Senin, 12 Desember 2011

Drama Oh Drama

Gan kali ini ane mau share kisah drama yg waktu itu ane tampilin,daripade nganggur di doc ane,mendingan ane post yekan? cekidoot!

Tokoh : -Stamford Raffles = Yudhistira Satria
-Lord Minto = Tikkos Oscar Margorga
-Olivia Mariamne = Tselsa Novrili
-Joseph Arnoldy = Riza Meilani
-James Crawfurd = Riza Meilani
- Rakyat Jelata 1 = Nurul Aulia Ramadhani
- Rakyat Jelata 2 = Tikkos Oscar Margorga
- Kompeni = Grace Trisni Caroline

Setelah Indonesia (khususnya pulau Jawa) jatuh ke tangan Inggris, oleh pemerintah Inggris dijadikan bagian dari jajahannya di India. Gubernur Jenderal East India Company (EIC), Lord Minto yang berkedudukan Kalkuta (India) kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai letnan gubernur (wakil gubernur) untuk Indonesia (Jawa). Tugas utama adalah mengatur pemerintahan dan meningkatkan perdagangan serta keuangan. Sebagai seseorang yang beraliran liberal, Raffles menginginkan adanya perubahan-perubahan dalam pemerintahan di Indonesia.


Lord Minto : Raffles.... raffles kemari kau!
Raffles : Iya ada apa?
Lord Minto : Raffles, sekarang Belanda sedang terdesak oleh pasukan Perancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte. Jadi penjagaan Belanda diwilayah jajahannya berkurang.
Raffles : lalu apa yang harus aku lakukan??
Lord Minto : kau ku perintahkan pergi ke Nusantara, untuk mengatur pemerintahan dan meningkatkan perdagangan serta keuangan disana!!
Raffles : Baiklah aku akan pergi.


Setelah sampai di Indonesia, Raffles yang seseorang yang beraliran liberal membuat perubahan-perubahan dalam pemerintahan di Indonesia. Dia iba melihat rakyat Indonesia yang disiksa oleh kompeni-kompeni Belanda.


Kompeni : Cepat kerjakan! Dasar lambat! Pemalas! Bodoh kalian semua! Kamu! Saya akan menghukummu!
Rakyat Jelata : (sedang menangis) maafkan saya Tuan. Saya lupa membawa padi ini ke lumbung.. Saya mohon, maafkan saya Tuan..
Kompeni : Haaah! Banyak omong kamu! Hari ini, kamu bekerja sampai semua lahan ini selesai ditanam padi. Jika tidak...
Raffles : Jika tidak, kau akan melakukan apa, hah?!
*hening sesaat*
Kompeni : Siapa anda?! Apa hak anda melarang saya menghukumnya? Saya adalah kapten Belanda disini!
Raffles : Kau belum tahu siapa saya? Saya adalah Thomas Stamford Bingley Raffles, pemimpin Indonesia yang sekarang sangat berkuasa di Indonesia. Mengapa anda memukuli petani-petani itu?
Kompeni : Oh, maaf Tuan.(muka memelas) Petani-petani ini telah melakukan kesalahan. Mereka tidak membawa padi-padi kemarin ke lumbung.
Raffles : Apakah anda harus memukuli mereka? Apakah kau tidak mengetahui perjanjian Kapitulasi Tuntang? Hah?!
Kompeni : Maafkan kami Tuan. Kami tidak akan mengulanginya lagi.
Raffles : Baiklah, lanjutkan pekerjaan kalian. Kau juga Kompeni!


Setelah itu, petani-petani membawa padi ke lumbung dan melanjutkan pekerjaannya. Kemudian, kompeni itu pergi meniggalkan mereka. Lalu ia pergi menemui asistennya untuk merundingkan kebijakan-kebijakan yang akan dibuat untuk menghilangkan kejahatan-kejahatan yang dibuat Belanda. Setelah itu, Raffles menyuruh sekretarisnya untuk menyebarluaskannya.


Raffles : Asisten! Asisteeeen......
Crawfurd : Ada apa Tuan?
Raffles : Tolong catat dan sebarkan kepada semua rakyat Nusantara tantang kebijakan-kebijakan yang akan kubuat untuk Nusantara. Menurutmu kebijakan apa yang cocok untuk Nusantara?
Crawfurd : Sepertinya kita harus menghilangkan sistem pemerintahan dan dan membuat sistem juri pada pengadilan.
Raffles : Bagus juga. Bagaimana jika membagi pulau Jawa dalam 16 keresedenan dan melepaskan kedudukan penguasa-penguasa pribumi yang mereka peroleh secara turun-temurun. Di bidang Ekonomi, saya akan membuat kebebasan untuk menanam tanaman ekspor, Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie), menetapkan sistem sewa tanah (landrent) yang berdasarkan anggapan pemerintah kolonial. Pemungutan pajak secara perorangan.
Crawfurd : Hanya itu?
Raffles : Hmmm oh ya dalam bidang sosial, penghapusan kerja rodi (kerja paksa), penghapusan perbudakan, peniadaan pynbank (disakiti), yaitu hukuman yang menurut saya sangat kejam. Sangat tidak manusiawi dengan melawan harimau.
Crawfurd : Yap saya setuju. (sambil mencatat)
Raffles : *tersenyum penuh makna*


Lalu pergilah Crawfurd untuk menyebarkan semua kebijakan yang dibuat oleh Raffles. Crawfurd menemui rakyat Indonesia dan mengatakan ssemua kebijakan tersebut, rakyat Indonesia cukup senang dengan ditiadakannya sistem kerja paksa yang dibuat oleh Deandels.


Crawfurd : Pengumuman pengumuman... hey rakyat Indonesia aku akan memberitahukan kebijakan yang telah Raffles putuskan... (sambil membaca semua kebijakan tersebut).

Setelah membacakan semua kebijakan Raffles, lalu pergilah Crawfurd meninggalkan rakyat.

Rakyat jelata 1 : Ini yg gue inginkan. Hei my bro! Bagaimana menurut lo tentang kebijakan yg dibuatnya?
Rakyat Jelata 2: Menurut guee, kebijakan-kebijakan itu sangat baik. Semoga aja penerapannya sejalan dengan yg kita inginkan. By the way, apa yg akan lo tanam?
Rakyat Jelata 1: gue sangat menyukai kopi. So, gue bakal nanam kopi. Bagaimana dengan anda?
Rakyat Jelata 2: gue menyukai buah pala dan teh. Jadi gue akan menanam kedua itu. Lo punya bibit buah pala?
Rakyat Jelata 1: Tenang, gue ada kok. Abis ini,lo ke rumah gue aje. tangan lo kenape?
Rakyat Jelata 2: Ini? ngg tadi gue fight sama kucing tetangga-_-
Rakyat Jelata 1: Ayo kawan, kita ke rumah.
Rakyat Jelata 2: Let’s go!

Keesokan harinya di suatu taman yang sejuk Olivia sedang duduk sendiri . Kemudian, Raffles pun datang dan mereka saling berbincang – bincang.


Raffles : Hey my lady ;))(sambil duduk di sebelah istrinya)
Olivia : Iyaaa cinta ;)))

(Raffles menatap wajah Olivia yang agak pucat dan memegang tangan Olivia yang dingin)

Raffles : Muka kamu dingin tangan kamu pucat.. Sepertinya sakit kamu tambah parah :( kita ke dokter saja yuk?
Olivia : Tidak usah ^^ aku cukup istirahat di rumah saja.. (uhuk uhuk uhuk uhuk) #batuk agak panjang
Raffles : Tuhkan -.- (menempelkan tangan ke dahi olivia) demam kamu belum sembuh juga.. aku takut kamu...
Olivia : Ssssttt! Biarlah kalau sudah waktunya . Ngomong-ngomong bapak kamu afgan yaa?
Raffles : Kok ngomongnya gitu sih. knpa emangnya?
Olivia : Karena sampai saat ini wajah mu itu mengalihkan dunia ku haha (uhukuhuk batukbatuk lagi)
Raffles : (muka khawatir) sayang.. (memberikan secangkir teh)
Olivia : (meminum) Beb, kalo aku udah ga ada kamu mau ga buatin aku sebuah taman?
Raffles : Kok kamu ngomongnya gitu sih? Iya pasti nanti kalau kamu mati aku buatin
Olivia : Emang pingin banget banget bnget banget aku mati -_-
Raffles : (eh) Ga gitu maksud aku beb, maksudnya aku mau buatin kamu kebun raya, dan ga berharap kamu mati jugaaaaaaa -,-

(olivia menghela nafas, lalu dia merangkul tangan Raffles lantas menyenderkan kepala nya di bahu Raffles)

Olivia : Aku pegang janjimu O:)(menghela nafas)
Raffles : Aku janji, aku pasti membuatnya.
*hening*
Raffles : Olivia. Olivia! Kamu kenapa? Olivia bangun!!!

*olivia menghembuskan nafas terakhirnya*

Raffles : OLIVIAAAAAAAAAAAA!!!!!! Bangunnnnnnn!
Olivia : (tibatiba bangun lagi) SAYANG! jemuran kita belum aku ambil...
Raffles : Iy..............(olivia pun terjatuh lagi) LHOO KOK? OLIVIAA (nangis) TIDAAAAAAKKKKK.

Tak lama setelah kepergian Olivia, Raffles menepati janji nya ke Olivia, membuat taman yang disebut Kebun Raya Bogor, ini sekaligus untuk mengenang istrinya. Sepeningal istrinya tercinta Raffles banyak melakukan penelitian tentang alam di Nusantara. Salah satu penelitiannya ia lakukan di Bengkulu bersama James Arnoldi. Saat Raffles dan James Arnoldi menelusuri hutan di daerah Bengkulu mereka menemukan satu bunga aneh yang berukuran besar dan beraroma tidak sedap.

Raffles : Hei. James apakah kamu mencium aroma-aroma tidak sedap?
Arnoldi : Iyahhhhh. Ayo kita telusuri bau itu!
Raffles : Capcus cinnn!

*akhirnya mereka menyadari bahwa bunga itulah adalah penyebab bau yang tidak sedap itu*

Raffles : Wah bunga ini sangat unik! Bunga ini belum ditemukan dimanapun.
Arnoldi : Ya, dan sepertinya bunga ini sangat langka.
Raffles : Bagaimana bunga itu kita beri nama sesuai nama kita berdua. Sebagai tanda persahabatan kita, yaitu Rafflesia Arnoldy
Arnoldi : Okayyyyy itu nama yang bagus.

Setelah menemukan bunga Rafflesia Arnoldy, karir Raffles sebagai seseorang yang sangat menyukai bidang IPTEK meningkat. Tetapi karena kekalahan perang Napoleon Bonaparte di Belanda dan meningkatnya kekuatan Belanda, maka disepakatilah perjanjian Convention of London pada tahun 1814 yang mengaharuskan Inggris mengembalikan Nusantara ke Belanda. Setelah Raffles menyelesaikan buku History of Java di London, ia meninggal pada tanggal 5 Juli 1826.

-SEKIAN

Salam Damai dan hangat sehangat aer yg direbus~

Mas Bento

Tidak ada komentar:

Posting Komentar